BERSATULAH PEDAGANG Wujudkan Tasik Baru Tasik maju

BERSATULAH PEDAGANG Wujudkan Tasik Baru Tasik maju

Bersatulah Pedagang Wujudkan Tasik Baru Tasik maju

AKA BONANZA | Sejatinya Pasar adalah kita, pasar adalah cerminan dari wajah tampilan peradaban. Meski terkadang kita mengabaikan keberadaannya.

Denyut nadi Reformasi, ketika aliran pembuluh darah mengalir di tengah bangsa Indonesia. Bangkit melakukan perubahan di segala bidang, nasib pasar tradisonal masih begitu-gitu saja. Belakangan ini, pasar tradisional terdesak dengan munculnya minimarket yang berkembang pesat.

Revitalisasi peran pasar tradisonal berjalan setengah hati, manajemennya sering  salah urus, seperti dibiarkan perlahan mati. Tak aneh bila, pasar tradisonal selesai direnovasi justru sepi.

Sejarahnya Pasar adalah Roda perekonomian rakyat. Ironisnya hanya sedikit pasar yang dikelola secara profesional, selebihnya jorok, bau, dan macet. Tak ada kebanggaan tak ada gengsi di sana, kesannya kampungan malah bila belanja ke pasar.

Serbuan Asing

Pasar memang identik dengan pribumi, tapi bukan pula menolak modernisasi. Penerapan sistem ekonomi neo-liberal sudah berlangsung sejak 1997. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi aktivitas ekonomi rakyat kecil dalam hal ini Usaha Menengah Kecil dan Mikro di pasar tradisional.

Penandatanganan perdagangan bebas dalam bingkai China Asean Free Trade Agreement (CAFTA) berdampak sangat besar bagi UMKM. Pelaku UMKM ini hampir sembilan puluh persennya berada di Pasar.

Masuknya barang-barang, ternak dan kebutuhan dasar seperti, bawang, cabe dan garam semua itu karena ada yang mengundang. Barang-barang itu milik importir yang mendapatkan rekomendasi impor dari penguasa.

Pasar adalah pertemuan rakyat kecil sebagai pembuat, penjual dan pembeli. Inilah gambaran keresahan masyarakat kecil. Masyarakat yang bak pepatah, “bagai anak Ayam kehilangan induknya” Tanpa pemimpin yang melindungi dan berpihak pada rakyat kecil, semua ide dan konsep atau agreement sekalipun hanya berhenti di secarik kertas. Rakyat pun terhempas.

Bersatulah pedagang pasar untuk mewujudkan Tasik Baru Tasik Maju